Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 615 Kejadian Kebakaran Landa Jateng, Kapasitas Personel Tim Reaksi Cepat Ditingkatkan
Advertisement . Scroll to see content

Kisah Ngadiyanto, Belasan Tahun Hidup di Tengah Kepungan Rob Kini Punya Rumah Layak Huni

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:47 WIB
  • author Ahmad Antoni
Kisah Ngadiyanto, Belasan Tahun Hidup di Tengah Kepungan Rob Kini Punya Rumah Layak Huni
Rumah warga Timbulsloko Sayung Demak di tengah kepungan rob. (Foto: Istimewa).

DEMAK, iNewsSemarang.id - Belasan tahun Ngadiyanto hidup di tengah kepungan air rob, membuat rumahnya bukan sekadar tempat berteduh. Bagi warga Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, rumah adalah harapan yang nyaris tenggelam bersama tanah kelahirannya.

Kini, harapan itu kembali tumbuh. Di tengah momentum HUT ke-81 Provinsi Jawa Tengah, Ngadiyanto akhirnya memiliki rumah yang lebih layak dan nyaman, setelah menerima bantuan rumah apung dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Ngadiyanto menceritakan, sebelum rob datang, kehidupannya berjalan seperti warga desa pada umumnya. Dia bekerja sebagai petani, dan menggantungkan hidup dari tanah yang saat itu masih bisa ditanami. Namun, sejak 2006, air laut perlahan mulai memasuki kehidupan mereka.

Rob datang semakin sering dan semakin tinggi. Ngadiyanto kemudian beralih pekerjaan menjadi petambak udang. Namun, perubahan itu tak banyak menyelamatkan kehidupannya. Abrasi terus menggerus daratan, hingga pada 2011, kampung tempat dia tinggal benar-benar berubah. Daratan yang dulu menjadi halaman rumah dan tempat warga beraktivitas, perlahan berubah seperti menjadi lautan.

Yang paling membekas bagi Ngadiyanto, adalah ketika air laut mulai mengikis rumahnya. Tempat yang selama ini menjadi pelindung keluarganya perlahan kehilangan pijakan. Di saat yang sama, pekerjaannya pun ikut hilang.

“Kalau ada badai, anak-anak saya bawa mengungsi ke rumah tetangga yang lebih aman,” tutur Ngadiyanto, baru-baru ini.

Dia dan istri, Sri Ningsih, harus membesarkan empat anak di tengah kondisi yang serba tidak pasti. Setiap kali cuaca memburuk, rasa cemas kembali datang. Bukan hanya memikirkan rumah yang terancam air, tetapi juga keselamatan anak-anak mereka.

Belasan tahun hidup berdampingan dengan rob, membuat keluarga Ngadiyanto terbiasa dengan keadaan yang bagi banyak orang sulit dibayangkan. Air laut menjadi bagian dari keseharian. Namun, di balik itu semua, ada keinginan sederhana, memiliki tempat tinggal yang aman untuk keluarganya.

Harapan tersebut akhirnya datang melalui program bantuan rumah apung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, bekerja sama dengan Bank Jateng.

Editor: Ahmad Antoni

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut