Lewat Petuah Jawa, Jokowi: Lamun Siro Sekti Ojo Mateni, Pemegang Kekuasaan Jangan Suka Menjatuhkan
Dalam peringatan Maulid Nabi tersebut, Jokowi juga mengajak masyarakat, terutama mereka yang memiliki posisi dan pengaruh, tidak menjadikan kekuasaan atau kelebihan sebagai alasan untuk merendahkan orang lain.
Dia menilai kehidupan akan lebih baik jika setiap orang mampu mengendalikan diri dan tidak memperbesar persoalan melalui tindakan yang tidak diperlukan.
Jokowi juga mengingatkan pentingnya perkataan yang disampaikan di tengah masyarakat. Menurut dia, ucapan seorang pemimpin atau tokoh semestinya menjadi teladan dan mendorong orang lain melakukan hal positif. “Adab ketimuran, sopan santun, tata krama harus dijaga,” katanya.
Jokowi, yang menjabat sebagai Presiden ke-7 RI pada periode 2014-2024, turut mengingatkan masyarakat untuk menjaga kesopanan dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut dia, kebiasaan saling mencaci dan menghina hanya akan memperbesar persoalan di tengah berbagai tantangan kehidupan. Karena itu, dia mengajak masyarakat memperkuat adab, tata krama, serta sikap saling menghormati.
Pesan tersebut juga ditujukan kepada orang yang memiliki kekuasaan, ilmu, maupun kelebihan dibandingkan orang lain. Jokowi mengingatkan posisi dan kekuasaan tidak dimiliki selamanya. “Karena kekuasaan itu hanya sementara,” tandasnya.
Editor: Ahmad Antoni