Stok Beras di Jateng Melimpah tapi Harga Naik, Luthfi Perintahkan Dinas-Bulog Intervensi Pasar
Ditengarai distributor, sub-distributor, grosir, agen, hingga pengecer menahan penjualan karena tidak mau mengalami kerugian, akibat kenaikan harga GKP dan terhimpit dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditentukan pemerintah.
"Jangan sampai kenaikan harga beras menyulitkan masyarakat dan memicu inflasi. Segera lakukan intervensi, koordinasi dengan Bulog," tegas Luthfi.
Kepala Dishanpan Jawa Tengah, Widi Hartanto menambahkan, pemantauan harga pasar terus dilakukan dengan dinas terkait. Operasi pasar juga teruss dilakukan untuk menjaga distribusi dan pergerakan beras. Salah satunya dengan memberikan bantuan pangan dan Gerakan Pangan Murah (GPM). "GPM saat ini sudah 1.083 kali dengan omzet Rp24,9 miliar," ujar Widi.
Wakil Pemimpin Wilayah Bulog Jawa Tengah, Gandi Prarista mengatakan, penyaluran beras SPHP di wilayahnya sudah 100 persen. Penyerapan beras juga sudah 100 persen dari target. Untuk antisipasi elnino, ada tambahan target dari Bulog pusat untuk penyaluran 90 ribuan bantuan pangan selama tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.
"Secara umum ketersediaan beras masih cukup. Stok Bulog Jateng ada sekitar 300 ribu ton, dikurangi bantuan pangan itu maka akhir tahun masih ada 200 ribu ton, ini untuk beras medium. Masih ada untuk beras premium," ujarnya.
Editor: Ahmad Antoni