Peringatan HSN 2026, Gubernur Luthfi Ajak 555.000 Santri Jateng Ikut Entaskan Kemiskinan
“Provinsi Jawa Tengah telah memberikan beasiswa kepada 488 santri, termasuk santri penggerak. Kita juga memberikan beasiswa kepada santri untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri, seperti Yaman, Mesir, dan negara lainnya, sebanyak 58 santri,” katanya.
Selain itu, Pemprov Jateng juga melanjutkan program insentif guru agama yang pada 2025 menjangkau 230.830 penerima dengan total anggaran sekitar Rp277 miliar.
Dalam rangkaian upacara tersebut, Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen juga menyerahkan bantuan renovasi kepada empat pondok pesantren di Kota Tegal, masing-masing Rp25 juta.
Bantuan diberikan kepada Ponpes Al Munawarroh Margadana, Nurul Ma’arif, Insan Tebuireng, dan Mambaul Ulum. Selain itu, diserahkan insentif bagi 1.390 pengajar keagamaan senilai Rp834 juta, serta bantuan 300 paket sembako.
Total bantuan renovasi dan insentif pengajar keagamaan mencapai Rp934 juta, belum termasuk nilai paket sembako.
Di sisi lain, Luthfi juga meminta para santri ikut menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Menurutnya, stabilitas daerah menjadi salah satu syarat penting bagi keberhasilan pembangunan, terlebih di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu.
“Potensi ini harus kita kelola dan kita gandeng untuk menjadi cooling system, atau penyejuk di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap santri tidak hanya memiliki kemampuan di bidang agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan keterampilan lain, serta memiliki kepedulian sosial untuk menjawab tantangan zaman.
Editor: Ahmad Antoni