Cegah Peredaran Narkoba, YPBNN Jateng Perkuat Edukasi di Sekolah, Kampus hingga Lingkungan RT/RW
SEMARANG, iNewsSemarang.id – Peredaran narkoba di Jawa Tengah (Jateng) menjadi perhatian serius Yayasan Penanggulangan Bahaya Narkoba Nasional (YPBNN). Pasalnya, peredaran narkoba kini telah menyasar di kalangan anak-anak hingga remaja.
Ketua YPBNN Provinsi Jawa Tengah Hernawan Tri Handoyo mengungkapkan, lingkungan pergaulan hingga media sosial menjadi sarana yang perlu diwaspadai karena dimanfaatkan dalam jual beli obat-obatan terlarang.
Sebab itu, dia mengajak keluarga lebih memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak di media sosial guna mencegah agar mereka tidak mudah tergiur tawaran berbagai jenis obat terlarang.
"Sekarang ini yang jadi korban narkoba banyak sekali, tidak memandang usia. Anak SD saja sudah ada itu. SMP sampai SMA juga, apalagi mahasiswa sekarang banyak sekali yang terkontaminasi dengan narkoba ini. Terkadang mereka belinya itu lewat sosial media seperti Instagram," ungkap Handoyo seusai acara pelantikan dan pengukuhan pengurus YPBNN Jateng di Gedung Wisma Perdamaian Semarang, Jumat (23/10/2026).
Menurutnya, penggunaan media sosial tanpa pengawasan dapat membuka celah bagi anak-anak dan remaja untuk terpapar tawaran narkoba. Oleh karena itu, keluarga perlu lebih memperhatikan aktivitas anak di ruang digital.
“Untuk mengantisipasi masalah itu, kami berencana memperkuat upaya pencegahan melalui program penyuluhan dan edukasi yang menyasar sekolah, kampus, hingga lingkungan permukiman,” ujar Handoyo.
“Program itu diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai bahaya narkoba sekaligus konsekuensi hukum bagi pengguna maupun pengedar,” ujarnya.
Sebagai informasi, YPBNN berfokus pada program Penanggulangan Bahaya Narkoba (PBN), yang mencakup upaya pencegahan peredaran gelap narkotika, penyelamatan korban penyalahgunaan narkoba, serta edukasi ke masyarakat luas. Dalam pergerakannya, YPBNN bersinergi erat dengan organisasi kemasyarakatan seperti LANN (Lembaga Anti Narkotika Nasional).
YPBNN Jateng menyiapkan tiga fokus utama guna memperkuat upaya penanggulangan bahaya narkoba, yakni edukasi hingga tingkat akar rumput, penguatan sinergi dengan aparat penegak hukum dan pemerintah, serta kepedulian terhadap korban penyalahgunaan narkoba dengan memfasilitasi rehabilitasi.
“Terkait program edukasi, kami berencana menjangkau lingkungan sekolah, kampus, hingga masyarakat di tingkat RT/RW. Tunjuannya, untuk meningkatkan pemahaman generasi muda dan masyarakat mengenai bahaya narkoba sejak dini, sehingga upaya pencegahan dapat dimulai dari lingkungan terdekat,” jelasnya.
“Kami juga akan bersinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), Polri, dan pemerintah daerah. Hal ini penting karena penanggulangan narkoba tidak dapat dilakukan oleh satu organisasi saja, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara terpadu,” imbuhnya.
Pihaknya juga akan menempatkan kepedulian terhadap korban penyalahgunaan narkoba sebagai bagian penting dari upaya pemulihan. “Kita dorong pendekatan yang tidak semata-mata menghakimi, tetapi juga memberikan dukungan agar korban memperoleh akses rehabilitasi dan berkesempatan kembali menjalani kehidupan yang produktif,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum Lembaga Anti Narkoba Nasional (LANN) Ibrahim Saehaia menekankan pentingnya sinergi antara organisasi, pemerintah daerah, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
“Upaya penanggulangan narkoba perlu mencakup pengamanan lingkungan, pencegahan, hingga rehabilitasi atau pemulihan bagi korban penyalahgunaan narkotika,” tegasnya.
Menurutnya, pengamanan lingkungan yang dilakukan YPBNN memiliki pendekatan tersendiri melalui organisasi berbadan hukum, penggunaan seragam, serta pembekalan pengetahuan dasar dan keterampilan bagi anggotanya.
Namun demikian, dia menegaskan bahwa pencegahan dan pemulihan korban juga perlu disertai penguatan spiritual sebagai salah satu upaya membangun ketahanan individu terhadap pengaruh narkoba.
"Karena jika imannya sudah kuat, spiritualitasnya sudah mantap, ini insyaallah enggak gampang tergiur pakai narkoba," kata Ibrahim. Dia menambahkan, penguatan integritas sangat penting untuk mencegah keterlibatan oknum pejabat maupun birokrat dalam jaringan peredaran narkoba.
Editor: Ahmad Antoni