Buaya yang mengigit Elisabet sempat memunculkan korban ke permukaan air sungai sebanyak tiga kali. Namun, karena banyak buaya di sepanjang aliran sungai sempat membuat warga takut menolong korban.
Menurut Camat Walenrang Timur, Nanang, warga yang mengikuti bercak darah dan potongan daging akhirnya menemukan korban berada di Desa Kamasi Timur sekitar dua kilometer dari titik korban pertama kali menghilang.
Minimnya pencahayaan ditambah sulitnya medan serta aliran sungai yang banyak dihuni buaya membuat proses pencarian dilakukan dengan sangat berhati-hati.
Untuk menyelamatkan korban warga memutuskan turun secara ramai-ramai dengan membawa senjata tajam dan kayu untuk mengusir buaya.
Dengan usaha yang gigih dari warga, jenazah akhirnya ditemukan ditinggal oleh sang predator di pinggir sungai. Saat ini, jenazah sudah dibawah ke rumah duka untuk disemayamkan sebelum dikebumikan.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait