Kisah di Balik Duka dan Solidaritas Grab Dampingi Mitra yang Jadi Korban Kericuhan Demo

Ahmad Antoni
Manajemen Grab Indonesia menjenguk mitra Grab yang jadi korban kericuhan demo. Foto: Istimewa

Nyawanya tidak tertolong meski sempat dilarikan ke RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Kepergiannya meninggalkan duka yang dalam, terutama bagi keluarga dan sesama rekan ojol, mengingat Affan adalah mitra dua platform: Grab dan Gojek.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, manajemen Grab hadir langsung ke rumah duka di Menteng. Mereka menyampaikan belasungkawa, memberikan santunan, mengirimkan karangan bunga, dan yang terpenting, hadir dalam prosesi pemakaman. Pendampingan hukum juga disiapkan untuk keluarga. Kehadiran perwakilan Gojek turut memperlihatkan solidaritas lintas platform yang langka.

Chief of Public Affairs Grab Indonesia, Tirza Munusamy menegaskan komitmen perusahaan. “Grab Indonesia hadir bukan hanya sebagai perusahaan, tetapi sebagai bagian dari perjuangan mitra pengemudi kami. Kami berdiri bersama mereka untuk memastikan keadilan ditegakkan dan hak-hak mereka terlindungi.” Kata Tirza, Sabtu (30/8).

“Kami menyadari, tidak ada angka atau santunan apa pun yang dapat menggantikan rasa sakit dan kehilangan. Namun, yang bisa kami lakukan adalah memastikan keluarga tidak menghadapi beban itu sendirian,” ujarnya.

Dukungan Grab berupa penanganan medis: Biaya operasi dan perawatan Aji dan Umar ditanggung sepenuhnya, Bantuan material dan finansial: santunan untuk keluarga Affan, penggantian ponsel Umar, dan bantuan hidup sehari-hari.

Kemudian, pendampingan hukum dan moral yakni kehadiran rutin di rumah sakit dan pemakaman, serta penyediaan pendampingan hukum.

Pelajaran dari duka tragedi ini adalah pengingat kelam tentang betapa rentannya profesi pengemudi ojol yang setiap hari berhadapan dengan risiko jalanan dan dinamika sosial.

Namun, di balik duka, lahir pelajaran berharga tentang makna solidaritas yang sesungguhnya. Bantuan yang tepat waktu, pendampingan yang tulus, dan komitmen untuk tidak membiarkan mitra berjuang sendirian adalah nilai-nilai yang membangun ekosistem gotong royong digital yang lebih manusiawi.

Bagi Aji, Umar, dan keluarga Affan, luka dan duka mungkin belum berakhir. Tetapi, kehadiran dan dukungan nyata dalam hari-hari terberat mereka telah membuktikan bahwa di balik segala transaksi di aplikasi, ada ikatan kemanusiaan yang jauh lebih kuat.
 

Editor : Ahmad Antoni

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network