“Karena setiap langkah hidup kita harus dilandasi dengan doa yang kuat, Sekolah yang berbasis agama Katolik, maka dibangun taman doa yang terdiri dari taman maria dan taman jalan salib,” jelas Heni.
“Awal mulanya kami buat dalam rangka membangun talud yang ada di depan kelas 12, karena taludnya masih berupa tanah sehingga taman di atasnya longsor maka kami buat taman permanen dari batu dan sekaligus buat perhentian dalam salib,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan taman doa mengandung makna bahwa talud sebagai penopang ruang kelas 12 supaya tanahnya tidak longsor, sekolah berdiri tetap tegar. Maka taman doa juga melambangkan kekuatan doa yang jadi dasar untuk keberlangsungan di sekolah ini.
“Kekuatan doa bagi murid kami untuk mengasah ilmunya, meraih prestasinya melalui Pendidikan di SMA Don Bosko. Kekuatan doa itu pula yang membuat bapak ibu guru siap melayani siswa,” kata Heni.
“Melalui peresmian Taman Doa ini, harapan kami anak-anak menjadi pribadi yang sungguh mengandalkan Tuhan maka dia menjadi pribadi yang kudus Meskipun kami memiliki siswa yang tidak beragama Katolik, ada yang Islam, Kristen, Hindu dan Budha, kami punya toleransi yang baik di sekolah ini,” ungkapnya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
