“Dikarenakan masalah saat ini adalah pasokan tidak stabil karena faktor musim/panen, harga di pasar mudah dimainkan oleh tengkulak, dan rantai distribusi yang cukup panjang, contohnya ada perbedaan harga, harga dari petani sangat rendah dibanding harga di pasar/supermarket,” kata Dian.
Senada, Tenaga Ahli Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Hanibal W. Y. Wijayanta, mengutarakan, program Makan Bergizi Gratis hadir dari keresahan Presiden Prabowo Subianto yang melihat masyarakat masih cukup kekurangan dengan asupan gizi yang dimakannya.
“Disitulah Presiden Prabowo bertekad untuk bisa memberi makan kepada masyarakat yang kurang mampu karena merasa sudah berpuluh-puluh tahun merdeka tetapi untuk makan saja sulit,” kata Hanibal.
“Mungkin banyak dari orang-orang yang belum tahu kenapa Presiden Prabowo sangat mendorong program MBG ini, karena program ini akan banyak membantu masyarakat kecil yang kurang mampu untuk bisa tetap mendapatkan makan yang layak dan bergizi,” ujarnya.
Diketahui, Komisi IX DPR RI bersama mitra kerja Badan Gizi Nasional (BGN) kembali melanjutkan perluasan implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Grobogan menjadi daerah perdana yang ditunjuk pemerintah untuk mendapat sosialisasi program MBG yang bertujuan mengatasi permasalahan gizi buruk secara bertahap yang dimulai dari pemberian asupan makanan bergizi gratis bagi masyarakat.
Sosialisasi program MBG perdana ini digelar di Gedung Serbaguna Dewi Sri, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, pada Senin (2/2/2026).
Kick off sosialisasi program MBG tahun anggaran 2026 sebagai langkah awal penguatan kesiapan dan komitmen bersama dalam mengawal pelaksanaan program strategis nasional yaitu adalah program Makan Bergizi Gratis.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
