SEMARANG, iNewsSemarang.id – Dunia Pendidikan di Kota Semarang, Jawa Tengah, digegerkan aksi pengeroyokan brutal puluhan mahasiswa.
Korbannya adalah seorang mahasiswa jurusan Antropologi Sosial Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, A (20). Korban babak belur dan trauma diduga dikeroyok sekitar 30 orang teman sekampusnya.
Zainal Abidin Petir, pengacara korban dari LBH Penyambung Titipan Rakyat (Petir) Jateng membeberkan, kejadian tersebut sebenarnya terjadi pada 15 November 2025.
Namun unggahan video yang memperlihatkan korban mengalami luka-luka akibat pengeroyokan itu saat dirawat di rumah sakit, disertai narasi terkait pengeroyokan, viral di media sosial.
Zainal mengungkapkan bahwa orang tua korban telah membuat laporan dugaan pengeroyokan tersebut sejak 16 November 2025.
Bersama korban dan kedua orang tuanya, dia mendatangi penyidik pada Senin (2/3), untuk menanyakan perkembangan laporan penganiayaan itu.
"Setelah keluarga korban minta pendampingan, per 2 Maret 2026, saat itu saya langsung datangi Polrestabes dan menemui AKBP Andika selaku Kasat Reskrim, agar perkara segera ditindaklanjuti, mengingat orang tua korban sudah lama buat laporan," ujarnya dikutip Kamis (5/3).
Korban Dituduh Melakukan Pelecehan
Akibat penganiayaan yang dilakukan sekitar 30 orang, anak penjual nasi goreng asal Kabupaten Semarang itu kini mengalami cacat patah tulang hidung, gegar otak, dan gangguan pada syaraf mata kiri.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
