JAKARTA, iNewsSemarang.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan penjelasan terkait maraknya KPK menangkap bupati dalam operasi tangkap tangan (OTT).
Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, menegaskan tidak pernah menarget pihak-pihak tertentu dalam OTT termasuk kepala daerah seperti bupati.
"Ya sebetulnya KPK itu tidak menarget atau mencari kesalahan orang. Modal dasar KPK adalah peran serta dari masyarakat," tegas Fitroh kepada wartawan pada Kamis (30/7/2026).
Dia menjelaskan, pihaknya menerima aduan dari masyarakat terkait dugaan praktik korupsi. Aduan tersebut yang kemudian ditelaah dan beberapa di antaranya ditindaklanjuti dengan adanya penangkapan bupati.
"Bukan berarti di level gubernur nggak ada. Juga ada, hanya saja alat bukti untuk kemudian bisa dilakukan penangkapan belum cukup. Karena KPK juga tidak boleh melakukan penegakan hukum dengan serampangan, tetap harus didasarkan pada kecukupan alat bukti," tegasnya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
