SEMARANG, iNewsSemarang.id – Puluhan sapi jumbo berdiri berjajar di sebuah kandang sederhana di wilayah Banyubiru, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Siapa sangka, dari kandang milik peternak desa bernama Ganjar, lahir hewan kurban yang menjadi langganan para pejabat hingga Presiden Republik Indonesia saat momen Iduladha.
Berawal dari usaha kecil sebagai jagal sapi, Ganjar perlahan membangun peternakannya sendiri. Dia mengungkapkan, dulu kesulitan jika harus terus membeli sapi untuk dipotong setiap hari.
“Dulu saya usaha motong sapi. Kalau terus beli sapi sendiri ya berat. Akhirnya pelan-pelan mulai memelihara sendiri,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).
Kini, di kandangnya terdapat sekitar 70 ekor sapi berbagai jenis seperti limosin, FH, hingga simental. Sapi-sapi itu dirawat dengan telaten, menggunakan pakan campuran katul, polar, kulit kopi, kulit kacang, serta hijauan segar.
Pemberian pakan dilakukan rutin pagi dan sore hari. Selain itu, kebersihan kandang dan kesehatan ternak menjadi perhatian utama.
Sapi dimandikan setiap hari, dan rutin diperiksa dokter hewan setiap tiga bulan sekali. “Kalau sapi itu ya harus dirawat seperti anak sendiri. Dimandikan tiap hari biar sehat,” katanya.
Perhatian pemerintah juga dirasakan langsung para peternak. Ganjar mengatakan, pemerintah rutin memberikan vaksin gratis untuk menjaga kesehatan ternak, terutama setelah merebaknya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) beberapa tahun lalu.
“Kalau ada vaksin pasti diberi tahu pemerintah, dan vaksinnya gratis,” ungkapnya. Keseriusan itu membuahkan hasil. Sapi-sapi miliknya kini kerap dibeli tokoh penting untuk hewan kurban Iduladha. Bahkan tahun ini, salah satu sapi miliknya dibeli Presiden RI, Prabowo Subianto.
“Alhamdulillah, wong desa bisa dibeli pejabat itu sudah bersyukur sekali,” tutur Ganjar. Sapi yang dibeli Presiden disebut memiliki bobot mencapai sekitar 1,1 ton. Sebelumnya, sapi dari kandang Ganjar juga pernah dibeli pejabat tinggi negara lainnya.
Dalam mengembangkan usaha, Ganjar mengaku membutuhkan waktu bertahun-tahun hingga mampu membangun peternakan besar seperti sekarang. Dia juga mempekerjakan empat orang karyawan, untuk membantu perawatan ternak.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
