Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran, Status Masih Siaga

Yuwantoro Winduajie
Ilustrasi, Gunung Merapi meluncurkan awan panas guguran. (foto: BPPTKG)

MAGELANG, iNewsSemarang.id - Gunung Merapi terpantau meluncurkan awan panas guguran (APG) pada Senin (1/6/2026) siang. Namun, jarak luncur awan panas tidak dapat diamati karena puncak gunung di perbatasan DI Yogyakarta-Jawa Tengah ini tertutup kabut.

Berdasarkan informasi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas guguran terjadi pada pukul 14.09 WIB.

"Terjadi awan panas guguran di Gunung Merapi pukul 14.09 WIB dengan amplitudo maksimum 64,04 mm dan durasi 88,58 detik. Visual berkabut," demikian informasi BPPTKG.

Karena kondisi visual yang tertutup kabut, arah maupun jarak luncur awan panas guguran belum dapat dipastikan melalui pengamatan visual. 

BPPTKG mengimbau masyarakat untuk tidak beraktivitas di kawasan rawan bencana dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi. Warga juga diminta tetap mematuhi rekomendasi resmi yang telah dikeluarkan oleh otoritas vulkanologi.

Sebelumnya, berdasarkan laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB, aktivitas kegempaan masih didominasi gempa guguran sebanyak 29 kali. Selain itu, tercatat 14 gempa hybrid atau fase banyak serta dua gempa vulkanik dangkal.

Secara visual, gunung teramati jelas hingga tertutup kabut level 0-III. Asap kawah berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal terpantau membumbung setinggi sekitar 25 meter dari puncak.

Selama periode pengamatan tersebut, petugas juga mencatat enam kali guguran lava ke arah barat daya melalui hulu Kali Sat/Putih dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter. Saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga.

BPPTKG menyatakan potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas masih mengancam sektor selatan-barat daya, meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer. Sementara di sektor tenggara, potensi bahaya berada di Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh 5 kilometer.


 

Editor : Ahmad Antoni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network