Selain itu, Kasad juga menekankan pentingnya membangun kemandirian industri pertahanan nasional. Ketergantungan terhadap alutsista impor harus dikurangi melalui penguatan industri dalam negeri, mulai dari produksi, pemeliharaan, hingga pengembangan teknologi. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat kesiapan tempur sekaligus menjaga kedaulatan negara.
Kasad juga mengingatkan bahwa ancaman terhadap negara terus berkembang. Tidak hanya ancaman konvensional, tetapi juga ancaman berbasis teknologi seperti serangan drone, rudal, hingga gangguan terhadap objek vital nasional.
Karena itu, setiap calon perwira dituntut mampu berpikir cepat, menguasai teknologi dan memimpin satuan secara profesional dalam setiap penugasan.
Menutup pembekalannya, Kasad mengajak seluruh Taruna menjadikan kehormatan sebagai prajurit TNI AD sebagai pegangan utama dalam setiap pengabdian. Profesionalisme, loyalitas, disiplin, integritas dan keteladanan harus menjadi jati diri seorang perwira.
Usai memberikan pembekalan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan ijazah kepada 517 Taruna sebagai tanda selesainya tahapan pendidikan sekaligus kesiapan mereka melanjutkan pembentukan menjadi perwira TNI AD.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
