KENDAL, iNewsSemarang.id - Kendal Tornado FC berencana membangun stadion sendiri di dekat exit Tol Kendal, Kecamatan Pegandon, seiring pembangunan fasilitas Charlie Training Center dan meningkatnya perkembangan klub.
Sayembara desain dan perencanaan stadion dengan kapasitas sekitar 10 ribu penonton digelar dengan hadiah untuk pemenang Rp50 juta, plus diangkat menjadi pegawai Wahyu Agung Group.
Owner Kendal Tornado FC, Junianto menjelaskan, langkah itu sebagai bagian dari penguatan infrastruktur olahraga tim Laskar Badai Pantura.
Stadion yang direncanakan tersebut tidak hanya difungsikan sebagai venue pertandingan, tetapi juga akan dikembangkan secara terintegrasi dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti hotel dan akses langsung menuju jalan tol.
Konsep ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjadikan Kendal sebagai salah satu pusat pengembangan sepak bola di Indonesia.
"Harapan kami, dengan adanya stadion ini Kendal semakin maju, semakin berkembang, dan anak-anak Kendal semakin mencintai sepak bola," kata sosok yang akrab disapa Anto tersebut, Senin (3/8/2026).
Menurutnya, pembangunan stadion tidak hanya ditujukan untuk kepentingan klub, tetapi juga sebagai upaya meletakkan fondasi bagi kemajuan sepak bola nasional.
Ia berharap kehadiran infrastruktur yang memadai dapat mendukung lahirnya pembinaan pemain yang lebih profesional dan meningkatkan daya saing sepak bola Indonesia di tingkat Asia.
Anto menilai sejumlah negara di kawasan Asia, seperti Thailand dan Malaysia, telah menunjukkan perkembangan pesat melalui pembangunan stadion yang dimiliki klub-klub profesional. Kondisi tersebut menjadi salah satu inspirasi untuk menghadirkan fasilitas serupa di Indonesia.
"Kami ingin sepak bola Indonesia terus berkembang dan tidak kalah dengan negara-negara lain di Asia. Di Thailand maupun Malaysia, banyak klub yang sudah memiliki stadion sendiri. Mudah-mudahan langkah ini juga dapat memotivasi klub-klub lain untuk membangun stadion," ujarnya.
Ia mengapresiasi upaya pemerintah yang selama ini telah menyediakan berbagai fasilitas stadion. Namun, menurutnya, pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia yang besar serta tingginya minat masyarakat terhadap sepak bola memerlukan dukungan infrastruktur yang lebih luas.
Anto juga menilai industri sepak bola memiliki prospek yang sangat menjanjikan apabila dikelola secara profesional. Tingginya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap sepak bola bahkan menjadi perhatian dunia, termasuk negara-negara di Eropa.
Lebih lanjut, ia menyadari bahwa Kendal Tornado baru sekitar satu tahun berkiprah di kompetisi Liga 2 sehingga masih membutuhkan proses panjang untuk berkembang. Karena itu, fokus utama yang saat ini dilakukan adalah membangun fondasi yang kuat melalui penyediaan infrastruktur.
"Kami memahami bahwa membangun prestasi tidak bisa instan. Karena itu, kami ingin meletakkan dasar-dasar yang kuat, mulai dari pembangunan training center hingga stadion. Infrastruktur merupakan elemen penting yang nantinya akan mendukung peningkatan prestasi sepak bola," ujarnya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
