“Bak penampungan ini dibuat untuk mempermudah pendistribusian air, terutama saat proses pengadukan material. Dengan air yang sudah tersedia di tempat penampungan, pekerjaan pengecoran bisa lebih cepat dan tidak banyak waktu terbuang,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan bak penampungan juga membantu anggota Satgas dan warga dalam mengatur penggunaan air selama proses pengecoran berlangsung.
“Kami berusaha mencari cara agar pekerjaan bisa berjalan lancar. Meski sederhana, bak penampungan ini sangat membantu karena kebutuhan air untuk pengecoran cukup banyak,” tambahnya.
Pembuatan bak penampungan air tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan TMMD tidak hanya mengandalkan tenaga, tetapi juga membutuhkan kreativitas dan kerja sama dalam menghadapi berbagai kendala di lapangan.
Dengan semangat gotong royong antara Satgas TMMD dan masyarakat, pengerjaan jalan rabat beton di Desa Watuduwur terus dikebut. Setiap langkah dilakukan demi mewujudkan akses jalan yang lebih baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat setelah program TMMD
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
