Respons Suara Warga, Proyek PLTP Gunung Ungaran Pastikan Tak Akan Sentuh Cagar Budaya

Ahmad Antoni
Sejumlah narasumber dalam Diskusi dan Dialog di Kampus FISIP Undip Tembalang, Semarang, Kamis (17/9/2026). (Foto: Istimewa).

SEMARANG, iNewsSemarang.id - Pemerintah merespons suara dan asiprasi sejumlah warga, yang menyoroti rencana pembangunan proyek Pembangkit Listrk Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Direktur Panas Bumi Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Priatin Hadi Wijaya menegaskan, proyek PLTP Gunung Ungaran tidak dilakukan dengan sembarangan, sehingga sampai saat ini belum ditentukan lokasi titik pengeborannya.

“Saat ini masih dalam proses studi. Nantinya PLN yang diminta menyampaikan laporan secara berkala, termasuk pembaruan data bawah permukaan melalui kajian geofisika, geokimia, dan geologi. Proses penentuan lokasi pengeboran dan fasilitas produksi, akan melalui kajian serta koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah,” ungkap Priatin, saat Diskusi dan Dialog di Kampus FISIP Undip Tembalang, Semarang, Kamis (17/9/2026).

Dia juga menepis kekhawatiran bahwa pengembangan panas bumi secara otomatis akan merusak situs budaya, seperti Candi Gedong Songo di kawasan Ungaran.

Priatin menambahkan, bila PLTP Dieng menjadi bukti riil bila seluruh infratruktur yang dibangun sangat jauh dari cagar budaya, yakni kawasan Candi Arjuna dan lainnya, termasuk nantinya yang di Ungaran, juga akan jauh dari kawasan Candi Gedongsongo.

Editor : Ahmad Antoni

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network