SEMARANG, iNewsSemarang.id - Perhelatan MTQ Nasional XXXI di Kota Semarang tak sekadar lomba, tapi juga diwarnai keseruan jalan-jalan. Setelah penat berlomba, para kafilah diajak berwisata: dolanan di Desa Wisata Kandri, menengok Goa Kreo, dan menelusuri Kota Lama.
Seperti terlihat di Omah Alas, Desa Wisata Kandri, Gunungpati. Puluhan kafilah dari berbagai provinsi dan majelis lomba, asyik menikmati berbagai permainan tradisional dan belajar jemparingan (panahan tradisional).
Kafilah asal Sulawesi Tenggara, La Ode Adam, mengaku terhibur dengan program jalan-jalan selepas mengikuti berbagai lomba. Bahkan, dia ketagihan mencoba jemparingan.
"Senang, setelah berlomba tafsir bahasa Arab. Tadi coba egrang, panah tradisional yang harus duduk. Pokoknya Semarang menyala," ungkapnya.
Hal serupa dikatakan kafilah asal DI Yogyakarta, Reza. Menurutnya, kegiatan seperti itu cukup menghilangkan ketegangan dan penat setelah berlomba. Pada kesempatan itu, untuk kali pertama dia mencoba egrang dan jemparingan.
"Iya pasti senang dong setelah melewati berbagai perlombaan, terus ketegangan. Setelah itu kita diajak untuk happy-happy, diajak berkeliling Kota Semarang. Enggak expect, ternyata ada program ini gitu, jadi kita senang. Luar biasa," ucapnya.
City Tour Leader Disbudpar Kota Semarang, Suhono, mengatakan, program wisata kota untuk para kafilah terdiri dari tiga pilihan, yakni Kafilah Mubeng-Mubeng Kota Semarang, Kafilah Dolan Neng Desa Wisata Ramah Muslim, dan Heritage Tour Kota Semarang. Ketiganya menawarkan sensasi jalan-jalan yang mengasyikkan.
"Tujuannya adalah mengenalkan potensi yang ada di Omah Alas Desa Wisata Kandri, supaya dikenal oleh masyarakat luas di luar Jawa Tengah. Habis ini kita ke Goa Kreo untuk mengenalkan objek wisata alam yang ada di sana, sekaligus jejak digital religi dari Sunan Kalijaga," jelasnya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
