“Dalam program ini kita ingin menjaring aktivis yang berstatus mahasiswa. Mereka bisa berasal dari fakultas kedokteran, teknik, hukum, dan program studi lainnya, tetapi juga aktif dalam organisasi intra maupun ekstra kampus,” ujar Hasyim.
Penerima Santri Penggerak akan memperoleh bantuan biaya pendidikan Rp1 juta per semester selama enam semester. Seleksi berlangsung pada 25 September–19 Oktober, diikuti pengumuman pada 20 Oktober, pemberkasan sehari setelahnya, serta pelepasan dan pembekalan pada 21–23 Oktober 2026.
Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui laman www.jatengprov.go.id, aplikasi JNN, atau nomor WhatsApp 081180006330. Sosialisasi turut melibatkan perguruan tinggi dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI), baik secara daring maupun luring.
Pengurus LFSP Jawa Tengah Haryanto menambahkan, beasiswa tersebut merupakan salah satu instrumen pembangunan manusia dari lingkungan pondok. Pesantren Obah juga mencakup pemberdayaan ekonomi, peningkatan keterampilan, serta penguasaan teknologi.
“Selain pembangunan fisik, pembangunan manusia juga menjadi perhatian. Nanti ada pemberdayaan ekonomi santri, peningkatan SDM, pelatihan mengenai AI, ekonomi digital, dan program-program lainnya,” katanya.
Sebelumnya, Pemprov telah meloloskan 73 dari 942 pendaftar Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026. Mereka terdiri atas 15 penerima untuk kuliah di luar negeri, 27 santri jenjang dalam negeri, serta 31 pengasuh yang menempuh S2 dan S3.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
