Bluebird Prime melengkapi layanan taksi Bluebird yang telah hadir sebelumnya. Kehadiran Bluebird Prime di Semarang dan menambah pilihan mobilitas berkelanjutan bagi masyarakat.
Langkah ini sejalan dengan program Pemerintah Kota Semarang untuk mendorong transformasi transportasi rendah emisi, termasuk pengembangan angkutan umum berbasis listrik.
"Kami mengapresiasi langkah pemerintah dalam mendorong transportasi yang lebih ramah lingkungan, dan ingin berjalan searah dengan upaya tersebut. Semarang bagi kami adalah kota yang terus tumbuh dengan kebutuhan mobilitas masyarakat yang semakin beragam,” kata Wakil Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Sigit Djokosoetono.
“Melalui Bluebird Prime, kami ingin masyarakat Semarang memiliki pilihan perjalanan yang lebih nyaman sekaligus ikut berkontribusi terhadap mobilitas Semarang yang semakin berkelanjutan,” ujarnya.
Dengan kabin yang lebih lega, ruang kaki yang lebih luas, serta kapasitas bagasi yang lebih besar, Bluebird Prime memberikan kenyamanan lebih untuk tampil lebih percaya diri di berbagai momen penting sehari-hari.
Pengalaman tersebut dapat diakses melalui aplikasi MyBluebird, dengan pilihan Fixed Price (harga pasti) maupun argometer. Layanan ini juga tersedia melalui call center, pangkalan resmi, atau dengan menghentikan armada langsung di jalan.
Digitalisasi dan Integrasi Layanan Transportasi
Sementara, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Tengah, Arif Djatmiko mengatakan peluncuran taksi listrik dan travel listrik menjadi satu dari delapan inovasi dalam Transformasi Perhubungan Jawa Tengah 2026.
Selain elektrifikasi kendaraan, Pemprov Jateng mendorong transformasi melalui digitalisasi serta integrasi layanan transportasi. Salah satunya melalui penerapan pembayaran nontunai atau cashless pada Terminal Tipe B. Uji coba telah dilakukan di Terminal Sukoharjo dan direncanakan diterapkan pada 22 Terminal Tipe B yang dikelola pemerintah provinsi.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
