Selain kerusakan kaca, petugas menemukan sejumlah benda berbentuk gotri, yakni 7 buah di dalam rumah, 4 buah di luar rumah atau depan pintu masuk, serta 3 buah yang ditemukan Tim Bidlabfor di bawah mainan anak-anak di sekitar aquarium.
AKBP Ardyan mengatakan, benda-benda tersebut masih perlu diperiksa lebih lanjut untuk memastikan apakah memiliki keterkaitan dengan kerusakan kaca.
“Benda yang ditemukan tersebut masih kami sebut sebagai gotri. Keterkaitannya dengan kerusakan kaca belum dapat dipastikan dan masih menunggu pemeriksaan konfirmasi secara ilmiah,” ungkapnya.
Bidlabfor: Gotri Tak Dapat melewati Lubang Kerusakan Kaca
Sementara itu, Katim pemeriksaan, Kasubbid Balmet (Balistik Metalurgi) Bidlabfor Polda Jateng AKBP Totok Tri Kusuma menjelaskan hasil pengukuran sementara terhadap benda yang ditemukan di lokasi. Diameter gotri yang ditemukan sekitar 6,34 milimeter, sedangkan lubang pada kaca berukuran sekitar 3,67 hingga 4,68 milimeter.
“Dari hasil rekonstruksi sementara, gotri yang ditemukan tidak dapat melewati lubang kerusakan kaca karena ukurannya lebih besar dibandingkan diameter lubang pada kaca,” jelas AKBP Totok.
Selain itu, uji awal menggunakan Bullet Testing Kit (BTK) pada bagian kaca yang rusak menunjukkan hasil negatif atau tidak ditemukan kandungan timbal yang dapat dikaitkan dengan gesekan peluru atau gotri. Pemeriksaan konfirmasi terhadap barang bukti dan hasil swab masih dilakukan di Bidlabfor Polda Jawa Tengah.
Penyidik Dalami Keterangan Korban, Saksi dan Rekaman CCTV
Dia menambahkan, penyidik akan terus mendalami keterangan korban dan saksi, menelusuri rekaman CCTV maupun petunjuk lain di sekitar lokasi apabila tersedia. Seluruh hasil pemeriksaan akan dianalisis untuk memastikan penyebab kerusakan kaca tersebut.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
