Konser Young Virtuosi: A Journey Begins, Momentum Unjuk Kebolehan Siswa lewat Karya Piano Klasik

Ahmad Antoni
Konser tahunan Yudistira Music 2026 bertajuk “Young Virtuosi: A Journey Begins” menghadirkan kolaborasi siswa dengan musisi profesional. (foto: istimewa)

Konser “Young Virtuosi: A Journey Begins” menjadi bukti bahwa setiap proses tersebut memiliki arti. Panggung di Radjawali Semarang Cultural Center pada Minggu sore itu menjadi ruang bagi para pianis muda untuk memperlihatkan hasil perjalanan mereka selama belajar dan berlatih.

Para siswa tampil memainkan karya-karya piano klasik secara solo maupun dalam musik kamar yang sering disebut chamber music. Setiap penampilan membawa cerita tersendiri. Nada demi nada tidak hanya menjadi rangkaian bunyi, tetapi juga menjadi bentuk ekspresi dan perjalanan emosional para pemainnya.

Hadirkan Kolaborasi Siswa dan Musisi Profesional 

Tahun ini, Yudistira Music juga menghadirkan kolaborasi antara siswa dengan sejumlah musisi profesional dari Jakarta. Para siswa mendapatkan kesempatan tampil dalam berbagai format, mulai dari piano solo, piano dan violin, dua violin dan piano, hingga format chamber music berupa trio, quartet dan quintet.

Bagi anak-anak, pengalaman tersebut tentu bukan sekadar pertunjukan. Berkolaborasi dengan musisi profesional menjadi kesempatan untuk belajar mendengarkan, bekerja sama, menjaga tempo, memahami peran masing-masing serta membangun kepercayaan diri di atas panggung.

Midya menegaskan, setiap anak memiliki perjalanan yang berbeda. Tidak semua anak harus berakhir menjadi pianis profesional.

“Mungkin suatu hari nanti ada yang menjadi pianis profesional, ada yang memilih profesi lain, dan ada yang menjadikan piano sebagai teman setia untuk mengisi waktu dan menenangkan hati. Apa pun pilihan mereka kelak, semua yang mereka pelajari saat ini tidak akan pernah sia-sia,” ujarnya.

Baginya, musik merupakan bahasa yang mampu memperkaya kehidupan sekaligus membentuk karakter kepribadian seseorang.

Karena itu, konser tahunan Yudistira Music tidak ditempatkan sebagai kompetisi untuk menentukan siapa yang paling sempurna. Panggung tersebut justru menjadi ruang apresiasi terhadap keberanian anak-anak dalam menunjukkan hasil latihan mereka.

“Konser tahunan ini bukanlah ajang tentang siapa yang bermain paling sempurna. Hari ini adalah momen bagi putra-putri kita untuk menunjukkan hasil dari latihan, usaha dan keberanian mereka. Hari ini adalah perayaan dari setiap proses yang telah dilalui,” kata Midya.

Pesan tersebut sekaligus ditujukan kepada para orang tua. Di balik keberanian seorang anak berdiri di atas panggung, terdapat dukungan keluarga yang sering kali menjadi kekuatan terbesar.

Editor : Ahmad Antoni

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network