AKP Bodia Teja Lelana menjelaskan, penyelidikan kasus orang hilang ini menemui titik terang setelah orang tua korban memberikan petunjuk baru berupa akun media sosial korban yang masih aktif di suatu perangkat.
"Setahun ini kami melaksanakan penyelidikan terkait orang hilang. Beberapa minggu lalu kami dapat petunjuk baru dari orang tua korban, ada perangkat elektronik yang masih tersambung dengan media sosial korban, dari situ penyelidikan bermula," jelas AKP Bodia Teja Lelana.
Petugas gabungan langsung bergerak ke lokasi pembuangan jasad yang ditunjukkan pelaku pada Jumat siang. Di lokasi tersebut, polisi menemukan karung berisi kerangka manusia utuh beserta barang bukti milik korban.
Kerangka tersebut langsung dievakuasi ke RS Bhayangkara Semarang untuk pemeriksaan forensik. Secara visual, pihak keluarga meyakini kerangka tersebut adalah Mozza berdasarkan ciri fisik dan barang yang melekat.
"Keterangan dari orang tua Mozza, identifikasi visual memastikan kerangka itu adalah Mozza dari tambalan gigi, struktur gigi, gigi gingsul, dan jepit rambut yang ditemukan di TKP. Namun secara scientific crime investigation, kami tetap mengambil sampel DNA untuk membandingkannya," tegas AKP Bodia.
Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami motif utama pelaku membunuh korban secara tega dan membuang jasadnya hingga mengering menjadi kerangka.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
