SEMARANG, iNewsSemarang.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang dan Universitas Diponegoro (Undip) memperkuat kolaborasi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pengembangan Tridharma Perguruan Tinggi dalam Mendukung Penyelenggaraan Perkeretaapian di Wilayah Daerah Operasi 4 Semarang.
Penandatanganan MoU bertepatan dengan momentum HUT ke-81 Kereta Api Indonesia (KAI) di Kantor KAI Daop 4 Semarang pada 28 September 2026. Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Mohamad Arie Fathurrochman, Executive Vice President PT KAI Daop 4 Semarang, dan Wijayanto, Wakil Rektor Riset, Inovasi, Kerja Sama dan Komunikasi Publik Undip.
Kerja sama ini menjadi langkah untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan tinggi dan industri perkeretaapian melalui kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan penyelenggaraan perkeretaapian di wilayah Daop 4 Semarang.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif menjelaskan, perkembangan perkeretaapian membutuhkan dukungan dari berbagai disiplin ilmu serta kolaborasi dengan institusi pendidikan yang memiliki kapasitas akademik dan penelitian.
“Penyelenggaraan perkeretaapian terus berkembang dan membutuhkan dukungan pengetahuan, riset, inovasi, serta sumber daya manusia yang relevan dengan kebutuhan industri. Karena itu, kerja sama dengan Universitas Diponegoro menjadi ruang penting bagi KAI untuk mempertemukan pengalaman di dunia operasional dengan perspektif akademik,” ujar Luqman, Selasa (29/9).
Melalui kerja sama tersebut, KAI Daop 4 Semarang dan Undip membuka ruang kolaborasi dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan penyelenggaraan perkeretaapian.
Dalam aspek pendidikan, sinergi antara KAI dan Undip dapat menjadi sarana bagi mahasiswa dan sivitas akademika untuk memperoleh pemahaman yang lebih dekat mengenai dunia industri perkeretaapian. Pengetahuan akademik dapat dipertemukan dengan pengalaman dan kebutuhan yang terdapat di lapangan.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
