DEMAK, iNewsSemarang.id – Warga Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, kini mendapatkan angin segar, setelah satu dekade berjuang melawan ancaman abrasi dan banjir rob.
Desa yang bertahun-tahun dilanda rob ini resmi dipilih menjadi lokasi proyek percontohan atau Deminstration Plotting (Demplot) perlindungan Pantai Utara Jawa berbasis alam (Nature-based Solutions).
Hal itu ditandai dengan penanaman mangrove di Desa Timbulsloko oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Désa Timbulsloko, Senin (19/10).
Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) Didit Herdiawan, Bupati Demak, Bupati Kendal, dan Wakil Walikota Semarang, serta berbagai elemen masyarakat termasuk pelajar.
"Terima kasih atas penanaman mangrove, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi masyarakat Timbulsloko. Harapannya Desa Timbulsloko bisa pulih kembali," kata Kepala Desa Timbulsloko, Nadhiri.
Nadhiri menuturkan, kondisi Desa Timbulsloko sejak 2016 sangat memprihatinkan. Air pasang tinggi, abrasi, dan rob hampir terjadi setiap hari. Bahkan ada dukuh di desa tersebut yang mulai tenggelam. Kondisi tersebut memaksa masyarakat Timbulsloko beradaptasi dengan kebiasaan baru.
"Dulu Timbulsloko termasuk desa yang kaya raya. Ada sawah, tegalan, dan tambak. Penghasilan setiap hari ada udang dari tambak, terus 4 bulan sekali panen padi, panen cabai, jagung, dan bandeng. Setelah kena abrasi hancur semuanya," ungkapnya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
