Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kisah Inspiratif Amirul Ramli, Marbot Masjid Nyambi Berjualan Keliling Kini Raih Gelar Doktor
Advertisement . Scroll to see content

Perjalanan Nyantri Kyai Sholeh Darat, Waliyullah Guru Pendiri NU dan Muhammadiyah

Rabu, 13 Juli 2022 | 06:40 WIB
  • author Tim Okezone
Perjalanan Nyantri Kyai Sholeh Darat, Waliyullah Guru Pendiri NU dan Muhammadiyah
Haul Waliyulloh Kyai Sholeh Darat di pemakaman Bergota Semarang. Foto Sindonews/Ahmad Antoni

Masih di Semarang, kitab Masa’il as-Sittin karya Abu al-Abbas Ahmad al-Misri, sebuah depiksi tentang ajaran dasar Islam populer di Jawa sekitar abad ke-19 dicernanya dengan tuntas dari Syekh Abdul al Ghani.

Tidak pernah puas, haus ilmu, itulah sifat setiap ulama. Demikian pula beliau, nyantri kepada Kiai Syada’ dan Kiai Murtadla pun dijalaninya yang kemudian menjadikannya sebagai menantu.

Setelah menikah, Kiai Sholeh Darat merantau ke Makkah. Di Tanah Haram, dia berguru kepada ulama-ulama besar, antara lain Syekh Muhammad al Muqri, Syekh Muhammad ibn Sulaiman Hasbullah al Makki, Sayyid Ahmad ibn Zaini Dahlan, Syekh Ahmad Nahrawi.

Kemudian Sayyid Muhammad Salen ibn Sayyid Abdur Rahman Az-Zawawi, Syekh Zahid, Syekh Umar Asy-Syami, Syekh Yusuf al Mishri, dan lain-lain.

Berkat kecerdasan, kealiman, dan keluasan ilmu serta kemampuannya; akhirnya Kiai Sholeh Darat mendapat ijazah dari beberapa gurunya untuk mengajar di Makkah.

Editor: Miftahul Arief

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut