get app
inews
Aa Text
Read Next : Polemik Band Sukatani Diduga Diintimidasi Polisi, Ini Kata Motivator Muda dan Aktivis Internasional

Kisah Sukses Andrie Wongso: dari Mimpi Jadi Bintang Film Kungfu, Kini Motivator No 1 Indonesia

Rabu, 31 Agustus 2022 | 19:33 WIB
header img
Kisah sukses motivator nomor 1 Indonesia, Andrie Wongso, dilalui setelah jatuh bangun mewujudkan mimpinya menjadi bintang film kungfu. Foto Ist

Kisah sukses Andrie Wongso akan diulas dalam artikel ini. Motivator nomor 1 Indonesia sewaktu muda pernah bermimpi menjadi bintang film kungfu. Cita-cita ini didorong oleh keinginannya untuk mengubah nasib yang terlahir dari keluarga miskin.

Dalam berbagai kesempatan, Andrie Wongso kerap menceritakan masa kecilnya di Malang, Jawa Timur.  Anak kedua dari tiga bersaudara ini lahir dari keluarga Tionghoa miskin. Motivator nomor 1 Indonesia ini ternyata tidak tamat sekolah dasar. Dia putus kelas enam, karena sekolah Tionghoa ditutup pemerintah Orde Baru.

Untuk membantu orang tuanya, Andrie kecil menjual kue-kue di pasar dan toko-toko di Malang. Dia tidak malu, karena hal itu dilakukan untuk bertahan hidup.

"Saya tidak pernah malu karena saya dan orang tua harus survive. Kalau nggak jualan ke pasar-pasar, kami makan apa?" ujar Andrie Wongso.

Keadaan ekonomi keluarganya yang kekurangan tidak membuat Andrie Wongso putus asa. Sebaliknya, hal itu membuatnya merasa harus bekerja keras untuk mengubah nasib.

Saat berusua 22 tahun, Andrie hijrah ke Jakarta mendatangi panggilan kerja sebagai seorang salesman di sebuah perusahaan sabun. Pekerjaan sales ini cukup memberinya waktu luang, yang diisinya dengan berlatih kungfu.

Baginya, Kungfu bukan sekedar bela diri, namun juga mengandung nilai-nilai kedisiplinan, tanggungjawab, komitmen, perjuangan dan kemauan keras. Nilai-nilai luhur ini semakin membentuk jati diri Andrie Wongso. Selain itu, ketegaran orang tua Andrie dalam menghadapi kemiskinan juga berperan besar dalam pembentukan karakter dirinya.

Ketika film-film kungfu Hongkong booming di tahun 70-an, Andrie muda tergelitik untuk menjadi seorang bintang film. Untuk menggapai cita-cita ini, tahun 1978 Andrie berhenti bekerja dan mulai mengirimkan lamaran ke perusahaan-perusahaan film di Hongkong. Namun setelah tiga bulan mengirimkan berbagai lamaran, tak satu pun perusahaan film yang memanggilnya.

Masa-masa itu merupakan masa yang berat bagi Andrie. Ia sudah melepaskan pekerjaan sebagai salesman, sementara yang ia kejar untuk menjadi bintang film kungfu belum juga bisa diwujudkan. Ia pun mengalami tekanan mental luar biasa.

Editor : Sulhanudin Attar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut