Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Fatwa Muhammadiyah soal Kripto: Sah untuk Investasi, Beri Kejelasan bagi Investor Muslim
Advertisement . Scroll to see content

Fatwa Gus Mus dan Gus Baha soal Pemimpin di Pilpres 2024

Senin, 12 Februari 2024 | 10:39 WIB
  • author Miftah H. Yusufpati
Fatwa Gus Mus dan Gus Baha soal Pemimpin di Pilpres 2024
Gus Mus (kanan) dan Gus Baha (tengah). IST

Gu Baha mengatakan kita secara syariat harus memilih sesuai ijtihad kita. "Tapi ndak usah dong sampai menggantungkan kesejahteraan sama seorang makhluk. Itu tidak boleh secara tauhid nggak boleh,” jelasnya.

Menurutnya, kita tetap memilih presiden, memilih kyai, milih siapa saja, tetapi tidak boleh menstatuskan manusia sama dengan status Tuhan. "Itu bahaya sekali dalam ilmu tauhid,” ujarnya. 

Dalam kesempatan lain, Gus Baha juga menekankan bahwa memilih pemimpin itu wajib. Sebab sesungguhnya, partisipasi dalam proses demokrasi merupakan kewajiban dan hak asasi setiap warga negara untuk menentukan pemimpin negara. N

amun perlu diingat bahwa sebagai muslim kita harus perhatikan kaidah-kaidah ketika mengikuti proses demokrasi tersebut."Kalau ada pemilihan presiden atau bupati atau gubernur maka wajib memilih yang saleh," katanya.

Saleh di sini mengacu pada pemimpin yang beragama Islam, namun bagaimana jika tidak ada yang beragama Islam? "Kalau tidak ada yang saleh (muslim) maka aqollu dororon, misal di luar Jawa dan kandidat kafir (non muslim) semua maka aqollu dororon fil muslimin," ujarnya.


 

Editor: Maulana Salman

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut