Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bersihkan Sampah Usai Acara Deklarasi Kampanye Damai, Relawan AAJ Tuai Pujian
Advertisement . Scroll to see content

KPU Respons Surat PDIP soal Penolakan Sirekap: Kami Akan Bahas

Kamis, 22 Februari 2024 | 15:01 WIB
  • author Jonathan Simanjuntak
KPU Respons Surat PDIP soal Penolakan Sirekap: Kami Akan Bahas
Keamanan data pada situs pemilu2024.kpu.go.id dan sistem informasi rekapitulasi (sirekap) jadi sorotan. (Dok Sindonews)

JAKARTA, iNewsSemarang.id - KPU telah menerima surat dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) soal penolakan penggunaan Sirekap Pemilu 2024. 

KPU segera membahas surat tersebut. "Iya, KPU akan membahas surat, semua surat memang selalu dibahas," kata Komisioner KPU Idham Holik, Kamis (22/2/2024).

Dia mengatakan, surat itu akan dibahas dalam rapat bersama pimpinan KPU lainnya. Dia memastikan hasil rapat itu akan disampaikan. "Nanti tentunya kami juga akan sampaikan hasilnya," katanya.

Dia menegaskan Sirekap hanya alat bantu rekapitulasi suara. Dia menyatakan hasil resmi pemilu akan tetap mengacu pada penghitungan manual berjenjang. 

"Oleh karena itu mari masyarakat Indonesia saksikan proses rekapitulasi secara berjenjang mulai dari tingkat PPK sampai dengan KPU," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan, PDIP menolak penggunaan Sirekap dalam proses rekapitulasi penghitungan suara hasil Pemilu 2024 di seluruh jenjang tingkatan pleno. 

PDIP juga menolak sikap atau keputusan KPU yang menunda tahapan rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara di tingkat pleno PPK. 

Sikap ini tertuang dalam surat pernyataan penolakan DPP PDIP dengan nomor 2599/EX/DPP/II/2024 yang ditujukan kepada KPU. 

Surat tertanggal 20 Februari 2024 itu ditandatangani Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto dan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto.


 

Editor: Maulana Salman

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut