Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kemenag Buka Program Beasiswa Sarjana PJJ untuk Guru Ngaji, Pendaftaran hingga Akhir Mei
Advertisement . Scroll to see content

Nah, Akhirnya Kemenag Buka Suara Terkait Kontroversi Logo Halal

Selasa, 15 Maret 2022 | 08:08 WIB
  • author Widya Michela, MNC Portal
Nah, Akhirnya Kemenag Buka Suara Terkait Kontroversi Logo Halal
Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH Mastuki menyatakan logo baru label Halal Indonesia bukan Jawa sentris. (Foto/dok.SINDOnews)

JAKARTA. iNewsSemarang.id - Logo baru Halal Indonesia yang baru dirilis menimbulkan kontroversi di masyarakat, Terkait hal itu, kepala Pusat Registrasi Sertifikasi Halal pada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag, Mastuki menjawab kritik atas logo baru label Halal Indonesia yang dianggap terlalu menonjolkan budaya Jawa. 

Pemilihan bentuk gunungan dan batik lurik ia sebut bukan berarti Jawa sentris.

"Pemilihan label halal yang menggunakan media gunungan wayang dan batik lurik itu tidak benar kalau dikatakan jawa sentris,” kata Mastuki dikutip dari laman resmi Kemenag, Selasa (15/3/2022). 

Mastuki menjelaskan setidaknya ada tiga hal yang terkait hal ini. 

Pertama, baik wayang maupun batik sudah menjadi warisan Indonesia yang diakui dunia. 

Keduanya ditetapkan Unesco sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya non bendawi (intangible heritage of humanity). “Wayang ditetapkan pada 2003, sedang batik ditetapkan enam tahun kemudian, yaitu pada 2009,” kata Mastuki. 

“Karenanya, baik batik maupun wayang, keduanya adalah representasi budaya Indonesia yang bersumber dari tradisi, persilangan budaya, dan hasil peradaban yang berkembang di wilayah nusantara,” tutur dia. 

Editor: Miftahul Arief

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut