BKK Kelas I Semarang dan Bandara Ahmad Yani Sinergi Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
Dia menegaskan bahwa BKK Kelas I Semarang bekerja sesuai dengan instruksi dari pusat. “Kalau memang ada virus terbaru biasanya ada perintah: aktifkan thermal scan, pengambilan sampel, surveilans, tiap hari melihat website bagaimana penyakit di dunia,” ujar Sulistyono.
“Sekarang ini perintahnya aktifkan thermal scan, tingkatkan surveilans terutama bagi pendatang luar negeri yang umrah, karena Arab Saudi kan berdekatan dengan India. Sampai dengan saat ini virusnya belum sampai Indonesia. Yang terbaru, sampai di Bangladesh,” ungkapnya.
Tingkatkan Koordinasi dan Komunikasi terkait Isu Kesehatan
Sementara itu, GM Bandara Ahmad Yani Semarang, Sulistyo Yulianto menyambut positif diadakannya Forum Konsultasi Publik BKK Kelas I Semarang.
Dia mengatakan perlunya meningkatkan koordinasi, komunikasi terkait isu-isu tentang kesehatan. Karena isu-isu kesehatan sama saja kemajuan teknologi berkembang pesat.
“Kalau kita tidak ikuti perkembangan ini kita juga ketinggalan untuk bisa mengantisipasi. Jadi harapannya dengan adanya acara seperti ini stakeholder di bandara bisa semakin erat, bisa berkomunikasi untuk satu tujuan visi, kenyamanan para pengguna jasa,” ujarnya.

Terkait antisipasi penyebaran virus nipah, Sulistyo mengatakan bahwa pihaknya telah bekerjasama dengan BKK Kelas I Semarang.
“Kita sudah bekerjasama dengan BKK dan sudah membuat tim untuk di bandara, khususnya kedatangan dari luar negeri, untuk instens mengecek perkembangan penumpang yang masuk,” ujar Sulistyo.
“Sejauh ini (virus nipah) masih aman, berkat kerjasama BKK dan Angkasa Pura selalu dari awal sejak masalah Covid kita selalu bekerjasama,” imbuhnya.
Editor : Ahmad Antoni