get app
inews
Aa Text
Read Next : Kronologi Kecelakaan Maut di Tol Tegal-Pemalang Tewaskan 4 Orang Sekeluarga, Sopir Diduga Mengantuk

Tragis! Guru TK dan Suami di Tegal Tewas Diduga Depresi Kena Scam hingga Tabungan Rp21 Juta Raib

Selasa, 31 Maret 2026 | 08:31 WIB
header img
Tim Inafis Polres Tegal mengevakuasi jasad pasutri yang ditemukan tak bernyawa dalam rumah. (Foto: iNews)

TEGAL, iNewsSemarang.id – Pasangan suami istri (pasutri) ditemukan tewas dalam rumah di Desa Pedagangan, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, pada Senin (30/3/2026). 

Kedua korban diketahui bernama Musripah (54) dan suaminya, Makmuri (46). Keduanya ditemukan tewas di tempat terpisah.

Musripah ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di tempat tidur, sedangkan suaminya, Makmuri (46), ditemukan tergantung di kamar mandi. 

Penemuan jasad keduanya berawal saat rekan kerja Musripah, yang merupakan guru Taman Kanak-kanak (TK), mendatangi rumah korban karena ia tidak berangkat mengajar dan ponselnya tidak bisa dihubungi.

Bersama pengurus RT dan anggota Bhabinkamtibmas, warga mendapati Musripah sudah tak bernyawa dengan posisi telentang, luka memar di bagian leher.

Setelah Unit Identifikasi Satreskrim Polres Tegal melakukan olah TKP, petugas menemukan sang suami, Makmuri, tewas tergantung menggunakan ikat pinggang di kamar mandi. Di lokasi juga ditemukan senjata tajam berupa pisau.

Ketua RT setempat, Mufti Ardiya Anggiantoro, mengungkapkan di dekat jasad korban, ditemukan catatan tabungan siswa TK yang dikelola oleh Musripah. 

Belakangan diketahui, korban baru saja terkena penipuan atau scam melalui pesan WhatsApp hingga saldo bank senilai Rp21 juta raib.

"Korban adalah guru TK, sedangkan suaminya buruh serabutan. Warga menduga ada tekanan mental karena uang tabungan siswa Rp21 juta hilang kena tipu scam WA. Muncul dugaan istri dicekik, lalu suami melukai diri dan berakhir gantung diri," ungkap Mufti.

Kasat Reskrim Polres Tegal, AKP Luis Beltran, menyatakan pihaknya masih mendalami penyebab pasti kematian kedua korban.  Jenazah telah dibawa ke RSUD Soeselo Slawi untuk menjalani autopsi oleh Tim Biddokkes Polda Jateng.

"Kami masih melakukan penyelidikan dan menunggu hasil otopsi untuk memastikan motif serta kronologi kejadian. Garis polisi sudah dipasang dan sejumlah barang bukti seperti pisau serta ikat pinggang telah kami amankan," ujar AKP Luis Beltran.

Catatan Redaksi:
Berita ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit dan memiliki pemikiran serupa, segera hubungi layanan kesehatan mental atau profesional di rumah sakit terdekat.

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut