Harga Plastik Naik, Pemprov Jateng Dorong Penggunaan Bioplastik Ramah Lingkungan
Untuk jangka menengah dan panjang, pemprov mendorong penggunaan bioplastik, salah satunya berbahan baku pati singkong. Meski harganya lebih mahal dibanding plastik berbasis petrokimia, penggunaan bioplastik dinilai perlu mulai dicoba secara bertahap.
Dia menyebut, substitusi awal bisa dilakukan sekitar 20 hingga 30 persen, sebelum beralih secara lebih luas. Selain itu, Pemprov juga mendorong transformasi menuju industri hijau atau green industry.
Penggunaan energi terbarukan seperti panel surya, dinilai mampu menekan biaya produksi hingga 20 persen, bahkan lebih jika diterapkan secara penuh. Penghematan tersebut diharapkan dapat menutup kenaikan biaya akibat penggunaan bahan ramah lingkungan.
“Kita harus mulai bertransformasi ke green industry, baik untuk IKM maupun industri besar, karena penghematan energi bisa menutup kenaikan biaya produksi,” ujarnya.
Dia juga mengimbau kepada masyarakat untuk bisa beradaptasi dengan penggunaan plastik berbahan ramah lingkungan.
“Kami menghimbau masyarakat maupun UMKM untuk mulai mengganti penggunaan plastik dengan bahan yang lebih ramah lingkungan. Kesulitan itu justru bisa menjadi kesempatan untuk bertransformasi,” katanya.
Editor : Ahmad Antoni