Kisah Riza Azyumardi Azra, Olah Singkong Jadi Mocaf hingga Angkat Derajat Petani Lokal
Dia berharap, tepung mocaf dapat diserap oleh program-program nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain itu, Riza juga berharap ada subsidi untuk tepung lokal, agar harganya mampu bersaing dengan tepung gandum yang saat ini banyak beredar di pasaran.
"Kalau dari Pemprov Jateng, kami pernah mendapat dukungan berupa alat oven untuk produksi chiffon dan cookies, serta alat kemas untuk packing," ujarnya.
Petani singkong Desa Parakan, Kecamatan Purwanegara, Latif mengatakan, martabat petani kini terangkat sejak booming produk mocaf. Saat ini, harga singkong mencapai lebih dari Rp1.000 per kilogram.
"Dulu kesusahan kalau mau jual, sampai harus ke luar kota. Sekarang kami siap menampung dengan harga yang sedikit lebih tinggi," urainya.
Latif menambahkan, petani singkong di desanya mampu memproduksi hingga 21 ton per tahun, dengan luas lahan sekitar 1–2 hektare.
"Kalau kami untuk penjualan tepung mocaf bekerja sama dengan Mas Riza, sebulan bisa 10-15 ton. Harapannya, tepung ini bisa dikenal ke seluruh Indonesia," sebutnya.
Di sisi lain, Pemprov Jateng terus berupaya mengenalkan produk turunan singkong dan pangan lokal lainnya. Hal itu terlihat dari data Dinas Ketahanan Pangan Jateng, yang turut menjadikan pangan berbahan mocaf sebagai bagian dari cadangan pangan pemerintah.
Data Dishanpan Jateng menunjukkan, sejak 2022 produk turunan tepung lokal seperti mi mocaf, beras jagung, dan beras singkong telah dijadikan bagian dari cadangan pangan selain beras.
Editor : Ahmad Antoni