get app
inews
Aa Text
Read Next : Polisi di Tegal Aniaya Perempuan 30 Tahun, Polda Jateng: Aiptu N Ditahan dan Diproses Hukum

6 Fakta Penyiksaan Tentara Israel terhadap Aktivis GSF, Nomor 3 Brutal dan Tak Manusiawi

Jum'at, 22 Mei 2026 | 12:42 WIB
header img
Aktivis GSF dari berbabai negara mengungkap penyiksaan yang dilakukan tentara Israel selama penahanan (Grafis: iNews.id/AI)

ISTANBUL, iNewsSemarang.id Tentara Israel melakukan penyiksaan para aktivis misi kemanusiaan Gaza, Global Sumud Flotilla (GSF), selama penahanan. Para aktivis disebut mengalami kekerasan mulai dari disetrum, dipukul, ditendang, hingga pelecehan seksual.

Aktivis Belgia Arno Meyne mengungkapkan sejumlah aktivis mengalami luka serius seperti patah tulang dan trauma kepala selama berada di “kapal penjara” milik Israel. Dia bahkan menyebut beberapa aktivis mengalami pelecehan seksual.

Tak hanya itu, para aktivis juga mengaku mengalami kekerasan fisik dan perlakuan tidak manusiawi. Dokter asal Australia Bianca Webb-Pullman mengatakan para aktivis diperlakukan lebih buruk daripada hewan karena dibiarkan kelaparan dan kehausan selama penahanan.

“Kami bukan penjahat. Kami diperlakukan lebih buruk daripada hewan. Maksud saya, hewan, Anda masih akan memberinya air,” kata Webb-Pullman, dikutip dari Anadolu, Jumat (22/5/2026).

Israel sebelumnya membebaskan 422 aktivis misi kemanusiaan Gaza dari 44 negara pada Kamis (21/5/2026). Mereka ditangkap sejak Senin lalu sebelum diterbangkan ke Turki untuk dipulangkan ke negara masing-masing. Berikut fakta-faktanya:

1. Sempat Ditembaki Sebelum Ditahan
Bianca Webb-Pullman mengatakan perlakuan pasukan Israel terhadap rombongan GSF sangat agresif sejak awal. Bahkan kapal misi kemanusiaan mereka disebut sempat ditembaki sebelum akhirnya ditahan. 

Webb-Pullman bergabung dengan GSF bersama sejumlah tenaga medis Australia untuk mengirim bantuan kemanusiaan dan medis ke Jalur Gaza.

2. Aktivis Diseret dan Diperlakukan Kasar
Menurut Webb-Pullman, para aktivis diseret keluar dari kapal menuju dermaga dalam posisi yang menyiksa. “Kami ditahan di sana selama lebih dari satu jam, sementara tentara Israel memutar lagu kebangsaan berulang kali dan mereka mengatakan, ‘Selamat Datang di Israel’ seraya bersikap brutal terhadap semua orang,” ujarnya.

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut