6 Fakta Penyiksaan Tentara Israel terhadap Aktivis GSF, Nomor 3 Brutal dan Tak Manusiawi
Dia menambahkan tentara Israel memukuli dan menendang para aktivis sepanjang proses di dermaga. “Mereka memukuli, menendang orang-orang, dan ini berlangsung sepanjang proses di dermaga, sangat merendahkan martabat,” katanya.
3. Disetrum hingga Ditendang
Sejumlah aktivis mengungkap mengalami penyiksaan berupa disetrum, dipukul, ditendang, hingga diseret secara kasar selama penahanan.
Aktivis Prancis Adrien Jouan menunjukkan memar dan luka di tubuhnya akibat pemukulan yang disebut terjadi di kapal pertama maupun di kapal penjara.
“Ya, mereka memukuli saya, tapi juga banyak di bagian belakang, di kapal pertama, di kapal penjara, ketika mereka menjemput kami. Dan itu semacam penyiksaan,” kata Jouan.
4. Dibiarkan Kelaparan dan Kehausan
Para aktivis mengaku tidak mendapatkan perlakuan layak selama ditahan. Mereka disebut dibiarkan kelaparan dan kehausan.
Webb-Pullman menilai tindakan tersebut sangat tidak manusiawi, terlebih para aktivis datang untuk membantu warga Gaza yang membutuhkan bantuan medis dan kemanusiaan.
5. Tidak Diberikan Bantuan Medis
Meski banyak aktivis mengalami kekerasan, militer Israel disebut tidak memberikan bantuan medis apa pun.
“Banyak rekan medis saya mengalami kekerasan parah, dan dipaksa untuk merawat pasien di atas kapal tanpa dukungan medis dari IOF,” ujar Webb-Pullman.
6. Tahanan Arab Mengalami Penyiksaan Lebih Parah
Adrien Jouan mengatakan beberapa tahanan berlatar belakang Arab atau mereka yang tidak tampak seperti orang Eropa kulit putih mengalami perlakuan lebih keras.
“Beberapa orang Arab, atau beberapa yang tampak bukan orang Eropa kulit putih, dipukuli jauh lebih parah daripada saya, dan disiksa lebih parah,” katanya.
Editor : Ahmad Antoni