Bahaya Miss Leading Influencer, GenPI: Hoaks Wisata Lebih Berbahaya dari Sepi Pengunjung
SEMARANG, iNewsSemarang.id - Media sosial menjadi salah satu senjata utama promosi wisata. Tapi di balik konten estetik dan viral, muncul ancaman baru, influencer abal-abal yang lebih mengejar views ketimbang fakta.
Fenomena ini disorot keras oleh komunitas penggiat pariwisata Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Kota Semarang, sebagai tantangan serius bagi sektor pariwisata daerah.
Senior GenPI Kota Semarang, Kuspriyatna, mengatakan bahwa influencer punya tanggung jawab moral besar karena konten mereka langsung membentuk persepsi publik terhadap suatu destinasi. Sayangnya, banyak kreator yang asal unggah tanpa verifikasi.
"GenPI Kota Semarang menyayangkan maraknya influencer yang hanya mengejar views dan engagement tanpa melakukan verifikasi data terlebih dahulu. Informasi yang tidak akurat dapat berdampak langsung terhadap citra pariwisata daerah," kata Kuspriyatna, Minggu (31/5/2026).
Hoaks wisata ternyata bukan sekadar 'salah info'. GenPI mencatat beberapa dampak yang sudah dirasakan di lapangan diantaranya, ekspektasi vs realita, foto dan video yang diedit berlebihan bikin wisatawan kecewa saat datang ke lokasi.
Kemudiaan ada narasi negatif tak terverifikasi, biasanya terkait ulasan ngawur soal harga, pelayanan, atau fasilitas cepat menyebar dan merusak reputasi Semarang sebagai kota wisata ramah dan aman.
Informasi keliru, berkisar soal kaim fasilitas yang tidak ada, tarif masuk dan parkir salah, hingga narasi akses jalan yang dilebih-lebihkan.
Lebih menggelitik, masih muncul eksploitasi mistik, seringnya tentang bangunan bersejarah dibumbui cerita horor demi konten, padahal mengaburkan nilai sejarah dan edukasi aslinya.
Editor : Ahmad Antoni