Viral Mobil Terobos Palang Pintu Nyaris Tertabrak KA di Pelintasan Layur Semarang, Ini Kata Daop 4
KAI Daop 4 Semarang terus melakukan berbagai upaya pencegahan kecelakaan di perlintasan sebidang. Upaya tersebut meliputi sosialisasi keselamatan kepada masyarakat, kampanye disiplin berlalu lintas di perlintasan, pemasangan spanduk imbauan, koordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian, serta penutupan perlintasan liar atau perlintasan yang dinilai rawan.
Pada periode Januari hingga Juni 2026, KAI Daop 4 Semarang telah melaksanakan 177 kali sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang. Selain itu, KAI Daop 4 Semarang bersama pemangku kepentingan terkait juga telah melakukan penutupan terhadap 14 perlintasan liar. Dalam periode yang sama, masih tercatat 12 kejadian kecelakaan di perlintasan sebidang wilayah Daop 4 Semarang.
Luqman menegaskan bahwa data tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan di perlintasan sebidang harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, setiap pengguna jalan wajib berhenti, melihat, dan memastikan kondisi aman sebelum melintasi jalur kereta api.
“Angka kecelakaan di perlintasan masih menjadi perhatian serius bagi kami. Karena itu, kami terus mengajak masyarakat untuk disiplin. Jangan mengambil risiko hanya karena ingin lebih cepat beberapa detik,” ungkapnya.
Dia menegaskan bahwa palang pintu perlintasan bukan alat pengaman utama, melainkan alat bantu keselamatan. Keselamatan utama tetap bergantung pada kedisiplinan pengguna jalan saat melintasi jalur kereta api.
“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar berhenti ketika sirine berbunyi dan palang pintu mulai menutup. Jangan menerobos, jangan melawan arah, dan jangan memaksakan diri melintas. Satu pelanggaran kecil dapat berakibat fatal,” tegasnya.
KAI Daop 4 Semarang mengajak masyarakat untuk selalu mematuhi rambu lalu lintas di perlintasan sebidang. Keselamatan perjalanan kereta api dan keselamatan pengguna jalan hanya dapat terwujud jika seluruh pihak disiplin dan mematuhi aturan.
Editor : Ahmad Antoni