get app
inews
Aa Text
Read Next : Selat Hormuz Ditutup, Stok BBM Indonesia Hanya Mampu sampai 25 Hari

5 Fakta Pemadaman Listrik Bergilir di Pulau Jawa, Nomor 3 Belasan PLTU Terdampak

Senin, 22 Juni 2026 | 07:57 WIB
header img
Ilustrasi, pemadaman listrik bergilir. (Foto: Istimewa).

JAKARTA, iNewsSemarang.id – Setidaknya ada dua faktor utama yang memicu pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Pulau Jawa pada 19 Juni 2026. 

Penyebabnya, gangguan teknis pada dua pembangkit listrik berkapasitas besar serta terbatasnya pasokan batu bara kalori menengah (medium rank coal/MRC) yang dibutuhkan sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU).

Kondisi tersebut sempat menekan cadangan daya sistem kelistrikan Jawa sehingga PT PLN (Persero) menerapkan manajemen beban secara terbatas. Di saat bersamaan, perseroan mempercepat pemulihan pembangkit dan penguatan pasokan energi primer guna memulihkan keandalan sistem kelistrikan.

1. Kehilangan Pasokan Daya akibat 2 Pembangkit Besar Alami Gangguan

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan sistem kelistrikan Jawa kehilangan pasokan daya setelah dua pembangkit besar milik produsen listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP) mengalami gangguan teknis dan terpaksa keluar dari sistem.

Kondisi tersebut membuat margin cadangan daya menyusut dan memaksa PLN melakukan manajemen beban di sejumlah wilayah guna menjaga stabilitas sistem kelistrikan.

PLN bersama mitra IPP kini mempercepat proses perbaikan agar kedua pembangkit tersebut segera kembali beroperasi dan memperkuat pasokan listrik di Pulau Jawa.

2. Terkendala Pasokan Batu Bara 

Selain gangguan pembangkit, PLN juga menghadapi kendala pasokan batu bara kalori menengah atau medium rank coal (MRC) yang menjadi bahan bakar utama sejumlah PLTU strategis di Jawa.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengakui terdapat kendala pada ketersediaan batu bara dengan spesifikasi sekitar 5.200 kcal/kg GAR.

Menurut Bahlil, kualitas kalori batu bara domestik cenderung menurun sehingga pasokan batu bara kalori menengah menjadi tantangan tersendiri bagi sektor ketenagalistrikan.

"Memang ada kendala sedikit terhadap batu bara medium kalori yang 5.200. Sekarang kalori batu bara kita semakin hari semakin rendah dan ini yang sedang kami cari solusinya," ujar Bahlil.

Editor : Ahmad Antoni

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut