Perkuat Daya Saing, 200 UMK Ikuti Pelatihan Program Digital Camp di BBPVP Semarang
Menurutnya, tantangan dunia usaha saat ini bukan hanya menghasilkan produk yang berkualitas, tetapi juga kemampuan mengelola bisnis secara profesional dan memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai peluang pertumbuhan.
“Digitalisasi bukan lagi tren, melainkan kebutuhan. Kami ingin para pelaku UMK percaya diri memanfaatkan pembayaran digital, pemasaran melalui media sosial, hingga pencatatan keuangan yang tertib. Ketika dua aspek ini berjalan seiring, UMK akan memiliki fondasi yang kuat untuk berkembang secara berkelanjutan,” tambahnya.
Program Digital Camp juga menjadi bentuk nyata komitmen BBPVP Semarang dalam mendukung agenda pemerintah meningkatkan kualitas SDM Indonesia melalui pelatihan vokasi yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan ekonomi digital.
Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi bagi para pelaku UMK untuk saling belajar, berbagi pengalaman, sekaligus membangun jejaring bisnis yang berpotensi memperluas pasar mereka di masa mendatang.
Dengan sinergi antara literasi keuangan yang sehat, kemampuan digital yang terus berkembang, serta pendampingan berkelanjutan, BBPVP Semarang optimistis akan lahir semakin banyak UMK yang mampu naik kelas, menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat ekonomi lokal, dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Digital Camp “SDM UMK Go Up” menjadi bukti bahwa investasi terbaik bagi masa depan UMK bukan hanya pada modal usaha, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Dari Semarang, semangat transformasi itu terus tumbuh, membawa harapan baru bagi lahirnya pelaku usaha yang tangguh, inovatif, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.
Fikri menegaskan bahwa tujuan utama dari program Digital Camp “SDM UMK Go Up” bukan hanya meningkatkan kapasitas pelaku usaha, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Editor : Ahmad Antoni