Sekolah Rakyat di Sukoharjo Siap Dibuka, Tampung 1.080 Siswa untuk 30 Rombel
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menambahkan, kurikulum Sekolah Rakyat akan menerapkan pendekatan multi entry dan multi exit, yang dikerjasamakan dengan Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kurikulum tersebut dinilai fleksibel untuk membantu mengakomodasi berbagai latar belakang dan kemampuan siswa. "Jadi nanti kalau ada anak SD yang menyusul mau masuk ke sekolah tidak ada masalah," ujarnya.
Selain itu, guru yang akan mengajar di sekolah rakyat juga diprioritaskan berasal dari daerah di mana sekolah raya itu berada. Kalau sekolahnya di Sukoharjo, disiapkan guru-guru dari Sukoharjo.
"Disiapkan asrama untuk guru, untuk kepala sekolah, dan orang tua kalau sewaktu-waktunya datang juga sudah disiapkan guest house," pungkasnya.
Sementara itu, pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Kabupaten Sukoharjo berada di atas lahan seluas 52.205 meter persegi, dengan luas bangunan 29.693 meter persegi. Terdiri dari bangunan sekolah, asrama, guest house, lapangan basket, mini soccer, rusun guru, gedung serbaguna, rumah ibadah, masjid, kantin, dapur dan rumah genset.
Sekolah rakyat permanen di Sukoharjo memiliki kapasitas menampung 1.080 siswa untuk 30 rombongan belajar (Rombel), terdiri atas 18 rombel tingkat SD (540 siswa), 9 rombel tingkat SMP (270 siswa), dan 9 rombel SMA (270 siswa).
Editor : Ahmad Antoni