Aksi Kocak Punokawan Hibur Warga Bulusan Semarang, Kritik Realita tapi Sarat Muatan Pesan Moral
Bagong pun berpendapat, program PBG belum baik karena masih banyak anak yang kurus. Bagong juga melihat ada pejabat memiliki simpanan emas antum, sedangkan rakyat banyak yang miskin. Juga banyak pejabat menghambur-hamburkan uang, penguasa hidup mewah dari pungutan pajak yang mencekik, sementara rakyat kecil hidup sengsara.
Maka Bagong pun mbalela terhadap pemerintah Astina yang tidak adil dan tidak merata pembangunannya. Dia juga mbalela terhadap pejabat yang korup. Ini mengandung arti, Bagong tidak mau tunduk kepada penguasa yang serakah dan tidak adil.
Pementasan menjadi segar dan penuh canda tawa. Penonton antusias dan berulangkali meledak gelak tawa, atas ulah para Punokawan.

Berulangkali pada Punokawan membuat kesalahan dengan tingkah lucu di luar skenario, yang membuat Arief Maulana selaku sutradara alias dalangnya kewalahan dan kebingungan sendiri.
Meski demikian, secara keseluruhan pementasan Punokawan Bagong Mbalela ini, meski terlihat konyol namun sarat muatan pesan moral.
Editor : Ahmad Antoni