Aksi Kocak Punokawan Hibur Warga Bulusan Semarang, Kritik Realita tapi Sarat Muatan Pesan Moral
Menurutnya, Semar, Gareng, Petruk dan Bagong memiliki ciri dan cara masing-masing-masing menyikapi kondisi Astina dengan karakter masing-masing.
Semar yang diperankan Agus Riyanto, merupakan perwujudan dewa, memiliki karakter memberikan nasihat atau wejangan-wejangan atas berbagai carut marut di negeri Astina.
Gareng yang diperankan oleh Rustam, kakinya pincang ketika berjalan, merupakan simbolisasi kritik terhadap berbagai kepincangan kehidupan sosial, ekonomi, politik maupun kepincangan keadilan di negeri Astina.

Petruk yang diperankan oleh Luthfi lebih mengedepankan menggunakan plesetan atas istilah-istilah program pemerintah Astina. Ada PBG yaitu pembagian Pakan Bergizi Gratis, Jampidsus, penemuan emas antum yang disimpan oleh pejabat Astina, dan lainnya.
Namun yang lebih vulgar atau blak-blakan dalam mengkritisi kondisi Astina adalah Bagong yang diperankan oleh Ahmad Antoni. Ini sesuai karakter Bagong yang ceplas ceplos tanpa tedeng aling-aling dalam menyampaikan berbagai pendapat juga sikap Bagong yang mbalela kepada pemerintah.
Contohnya, Bagong bersikap acuh, karena melihat PBG di negeri Astina tidak tepat sasaran. Ini terlihat dari pendapat Bagong terhadap pembagian PBG. Ketika beberapa anak berseragam sekolah dasar (SD) dimunculkan dalam cerita tersebut, masing-masing membawa ompreng makanan PBG. Ada anak yang kurus, juga ada anak yang gemuk.
Editor : Ahmad Antoni