Pelatihan Vokasi Nasional Batch 6 Dibuka, BBPVP Semarang Siapkan SDM Kompeten dan Produktif
SEMARANG, iNewsSemarang.id - Keterampilan menjadi salah satu modal penting membuka pintu masa depan yang lebih baik. Di tengah perubahan kebutuhan industri dan perkembangan teknologi, kemampuan untuk terus belajar dan meningkatkan kompetensi menjadi bekal berharga bagi masyarakat yang ingin memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha.
Semangat itulah yang diwujudkan melalui Pembukaan Pelatihan Vokasi Nasional Batch 6 dan Kegiatan Bantuan Program Pelatihan Tahap I yang diselenggarakan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang. Program ini menjadi salah satu langkah nyata dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, produktif, dan mampu menjawab tantangan dunia kerja.
Kepala BBPVP Semarang, Fikri Kurniakiki, menempatkan pelatihan vokasi sebagai bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas tenaga kerja. Melalui program tersebut, masyarakat tidak hanya mendapatkan kesempatan untuk mempelajari keterampilan baru, tetapi juga membangun kesiapan menghadapi persaingan kerja yang semakin dinamis.
"Pelatihan Vokasi Nasional Batch 6 dibuka dengan beragam bidang keterampilan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan peluang usaha. Sebanyak 12 jenis paket pelatihan disiapkan, mulai dari digital marketing dasar, pelayanan pelanggan, pengoperasian aplikasi Office dasar secara online, hingga desain grafis muda," jelas Fikri, Rabu (28/10).
Program ini, kata dia, juga mencakup keterampilan praktis yang memiliki peluang di sektor industri dan usaha mandiri, seperti operator garmen, menjahit pakaian wanita dewasa, pembuatan roti dan kue, peracikan minuman kopi, merias wajah, serta pembudidayaan sayuran dengan sistem hidroponik.
Tidak hanya berorientasi pada keterampilan konvensional, BBPVP Semarang turut menghadirkan pelatihan berbasis teknologi melalui program PBL (Project Based Learning), yakni Digital Office Administration berbasis Google Workspace dan Hydroponic Automation System. Pendekatan ini memberikan ruang bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan melalui pembelajaran berbasis proyek yang lebih dekat dengan kebutuhan praktik di lapangan.
Editor: Ahmad Antoni