Operasi Patuh Candi 2026, Personel Gabungan Sapa Warga dengan Edukasi Humanis di CFD Semarang
SEMARANG, iNewsSemarang.id - Suasana Car Free Day (CFD) di sepanjang Jalan Pahlawan hingga kawasan Simpang Lima Kota Semarang, Minggu (1/11/2026), dimanfaatkan personel gabungan Satgas Preemtif dan Preventif Operasi Patuh Candi 2026 Polda Jateng untuk mendekatkan diri dengan masyarakat.
Di tengah aktivitas warga yang berolahraga dan menikmati suasana akhir pekan, para petugas hadir menyapa, berdialog, sekaligus menyampaikan pesan keselamatan berlalu lintas melalui pendekatan yang humanis dan persuasif.
Salah satu momen keakraban terlihat saat Kasi Cegah dan Tindak Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jateng, Kompol Sri Ningsih Iriani, berinteraksi dengan rombongan anak-anak pesepeda dari wilayah Mranggen dan Pedurungan.
Dengan suasana santai, ia menyapa dan menanyakan asal rombongan serta jenjang pendidikan mereka yang sebagian masih duduk di bangku sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.
"Selamat pagi, adik-adik. Rombongan dari mana ini? Wah, kalian rombongan sebanyak ini pada janjian, ya?" sapa Kompol Ningsih. "Iya, Bu, dari Mranggen, Bu," jawab sejumlah pesepeda. Sebagian lainnya menyebut berasal dari wilayah Pedurungan.
Dalam kesempatan tersebut, Kompol Ningsih mengingatkan anak-anak agar berhati-hati saat menempuh perjalanan pulang. Pasalnya, rute yang mereka lalui merupakan jalan utama dengan arus lalu lintas cukup padat dan kerap dilintasi kendaraan besar seperti bus dan truk.
"Nanti kalau pulang hati-hati ya, karena jalan yang kalian lewati itu jalan utama dan cukup ramai. Banyak bus dan truk juga yang melintas. Kalau naik sepeda, tetap di jalur kiri atau jalur yang sudah disediakan. Kalau mau menyeberang jalan, pastikan kondisi benar-benar aman. Jangan terburu-buru, ya," pesan Kompol Ningsih.
Tak hanya kepada anak-anak tersebut, pesan keselamatan juga dititipkan untuk disampaikan kepada orang tua dan teman-teman mereka di rumah agar senantiasa tertib berlalu lintas dan mengutamakan keselamatan saat berkendara. Interaksi sederhana tersebut menjadi gambaran bahwa edukasi keselamatan dapat dilakukan melalui komunikasi yang dekat, tanpa harus selalu dalam suasana formal.
Editor: Ahmad Antoni