Sejak 2022 Banyak Titik Longsoran di Lereng Gunung Slamet
Berdasarkan catatannya, sejak tahun 2022 sudah banyak titik longsoran di kawasan lereng Gunung Slamet.
Menurut Widi, Kawasan Sub DAS Penakir didominasi tanah latosol. Karakteristik tanah Kawasan Sub DAS Penakir rentan terhadap erosi dan longsor, hal ini akibat sifat tanah yang gembur dan mudah jenuh air.
“Banjir bandang terjadi lewat peningkatan limpasan permukaan yang cepat, serta suplai sedimen tinggi akibat sifat tanah yang dangkal, tidak stabil, dan mudah tererosi,” ujarnya.
Selain itu, faktor lain yang juga bisa mempengaruhi banjir dan longsor adalah daya dukung dan daya tampung lingkungan. Yaitu kemampuan lahan untuk melindungi dari tekanan. Kalau curah hujan tinggi tetapi tutupan lahan sangat baik atau rapatannya tinggi, maka dampaknya tidak terlalu besar.
Terkait tutupan lahan di kawasan Gunung Slamet sendiri ada yang tutupannya rapat yang ditumbuhi kayu-kayuan atau tanaman keras, juga ada lahan masyarakat yang ditumbuhi tanaman atau tumbuhan semusim.
Tak Berhubungan dengan Aktivitas Penambangan
Menurut Widi, banjir yang terjadi di kawasan tersebut tidak berhubungan dengan aktifitas penambangan. Sebab, aktifitas penambangan berada di bawah di bagian kaki gunung dengan elevasi ratusan meter lebih rendah dari titik longsoran.
Lebih lanjut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah melakukan upaya penanganan jangka panjang untuk mengantisipasi bencana banjir dan tanah longsor yang lebih parah.
Di antaranya dengan melakukan rehabilitasi hutan dan lahan. Misalnya di hutan lindung dan hutan produksi yang tutupannya atau tegakannya sudah kurang harus diperbaiki dengan penanaman pohon baik dalam bentuk reboisasi maupun penghijauan.
"Kami ada program itu. Teman-teman seluruh stakeholder juga sudah banyak yang berkontribusi untuk penanaman di kawasan Gunung Slamet. Pemprov Jateng juga sudah mengajukan kepada Kementerian Kehutanan agar kawasan hutan Gunung Slamet menjadi Taman Nasional yang meliputi lima kabupaten," ujarnya.
ESDM: Lokasi Tambang Jauh dari Titik Longsor
Terpisah, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah, Agus Sugiharto menegaskan, tidak ada aktivitas tambang yang berada di tubuh Gunung Slamet.
“Lokasi tambang berada jauh dari titik longsor. Tidak ada pertambangan yang masuk ke tubuh Gunung Slamet,” tegasnya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
