Israel Bersiap Serang Iran, Ini Targetnya

Anton Suhartono
Israel bersiap menyerang Iran kembali jika mendapat lampu hijau dari Amerika Serikat (Foto: CNBCTV)

TEL AVIV, iNewsSemarang.id – Kabar menegangkan datang dari Timur Tengah.  Israel bersiap menyerang Iran kembali bila mendapat lampu hijau dari Amerika Serikat (AS).

Kali ini serangan bakal menargetkan program rudal balistik Iran. Diketahui, Israel terlibat perang 12 hari melawan Iran pada Juni 2025, mengincar ilmuwan nuklir, hingga fasilitas militer dan sipil.

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan, hasil penilaian lembaga keamanan Israel selama 24 jam terakhir menunjukkan peningkatan kemungkinan serangan AS terhadap Iran, menyusul negosiasi nuklir putaran kedua yang berlangsung di Jenewa, Swiss, pada Selasa lalu.

Haaretz mengklaim, hasil perundingan nuklir putaran kedua berseberangan dengan apa yang disampaikan para pejabat Iran bahwa ada kemajuan signifikan untuk menuju kesepakatan.

"Berdasarkan penilaian oleh lembaga keamanan dan bertentangan dengan pernyataan publik Iran pada akhir pembicaraan Jenewa, masih ada kesenjangan signifikan yang tidak bisa dijembatani oleh AS, khususnya tuntutan agar Iran menghentikan pengayaan uranium di wilayah sendiri," bunyi laporan Haaretz, dikutip Kamis (19/2/2026).

“Mengingat negosiasi telah mencapai jalan buntu, Israel memperkirakan (Presiden Donald) Trump akan menggunakan opsi militer dalam jangka waktu yang lebih singkat daripada yang diantisipasi dalam beberapa hari terakhir."

Disebutkan pula Israel akan terlibat jika AS melancarkan serangan ke Iran. "Kemungkinan tentara Israel mengambil peran aktif dalam memerangi Iran tidak dikesampingkan jika terjadi serangan AS," beber Haaretz.

Laporan tersebut juga mencatat terdapat koordinasi lebih erat antara Israel dan AS di bidang intelijen, teknologi informasi, komunikasi militer, dan pertahanan udara, dalam waktu belakangan.

Menurut informasi dii media sosial yang melacak dan menganalisis data penerbangan, AS telah mengirimkan sejumlah besar jet tempur, pesawat tanker udara, dan pesawat Sistem Peringatan dan Kontrol Udara (AWACS) selama 48 jam terakhir ke pangkalan-pangkalan mereka di Eropa dan Timur Tengah.

Editor : Ahmad Antoni

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network