JAKARTA, iNewsSemarang.id – Aktivitas Gunung Slamet mengalami peningkatan sejak 16 hingga 28 Maret 2026. Hal tersebut berdasarkan laporan Badan Geologi.
Atas kondisi tersebut, masyarakat dilarang beraktivitas dan mendaki di radius 2 kilometer (km). Diketahui, Gunung Slamet merupakan gunung strato berbentuk kerucut dengan ketinggian puncak sekitar 3.432 meter di atas permukaan laut.
Secara administratif, lokasi Gunung Slamet berada di wilayah Kabupaten Pemalang, Banyumas, Brebes, Tegal, dan Purbalingga, Provinsi Jawa Tengah.
“Data kegempaan periode tanggal 16-28 Maret 2026, yaitu terekam 541 kali Gempa Hembusan, 421 kali Gempa Low Frequency, 1 kali Gempa Vulkanik Dalam, 7 kali Gempa Tektonik Jauh, Tremor Menerus dengan amplitudo 1 mm, dominan 0.5 mm,” sebut Plt Kepala Badan Geologi, Lana Saria dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/3/2026).
Lana menjelaskan bahwa kejadian gempa frekuensi rendah di Gunung Slamet terekam secara fluktuatif. Tercatat, sejak 22 Maret 2026, aktivitas ini menunjukkan peningkatan, yang kemudian rekaman menjadi semakin tegas dan menerus sejak tanggal 27 Maret 2026 hingga saat ini.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
