“Adapun parameter hilal terkecil itu terdapat di Kota Merauke, Provinsi Papua Selatan. Ketinggian hilal di sana mencapai 3 derajat 15 menit dan elongasi hilal hakiki 8 derajat 57 menit, serta lama hilal di atas ufuk 16 menit 10 detik,” tulisnya.
Sementara tinggi hilal terbesar terjadi di Kota Sabang, Provinsi Aceh. Ketinggian hilal di sana mencapai 6 derajat 47 menit, elongasi hilal hakiki 10 derajat 40 menit, dan lama hilal di atas ufuk 30 menit 56 detik.
Data di atas menunjukkan bahwa hilal sudah berada di atas ufuk dan memenuhi kriteria imkanurrukyah. Pasalnya, tinggi hilal sudah di atas 3 derajat dan elongasi lebih dari 6,4 derajat.
Bahkan di Aceh, elongasinya sudah memenuhi kriteria qath'iyu rukyah Nahdlatul Ulama (QRNU), di atas 9,9 derajat. Artinya, hampir dipastikan masuk bulan baru di hari berikutnya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga merilis data perhitungan hilal 1 Zulhijah 1447 H. Dalam informasi itu, dijelaskan konjungsi akan terjadi pada hari Sabtu (16/5/2026) pukul 20.00.55 UT atau Minggu (17/5/2026) pukul 03.00.55 WIB atau Minggu (17/5/2026) pukul 04.00.55 WITA atau Minggu(17/5/2026) pukul 05.00.55 WIT.
Di wilayah Indonesia pada tanggal 17 Mei 2026, waktu Matahari terbenam paling awal adalah pukul 17.26.20 WIT di Merauke, Papua dan waktu Matahari terbenam paling akhir adalah pukul 18.46.59 WIB di Sabang, Aceh.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
