Sekolah kemitraan tersebut dikhususkan untuk anak-anak dari keluarga miskin dan kurang mampu. Mereka dititipkan di sekolah-sekolah swasta yang bermitra tanpa dipungut biaya karena dibiayai oleh APBD Provinsi Jawa Tengah.
"Sistem seleksi pada SPMB ini memanfaatkan sumber data pokok pendidikan, data emis Kanwil Kemenag Jateng, DTSEN, dan data kependudukan dari Dispermasdesdukcapil Jateng," katanya.
Lebih lanjut, penyelenggaraan sistem informasi SPMB dikembangkan secara mandiri. Sebelumnya bekerja sama dengan Telkom. Mulai tahun lalu dan tahun ini sekolah-sekolah juga tidak dipungut iuran untuk penyelenggaraan sistem tersebut.
Sadimin juga menyampaikan bahwa dengan moto No Titip No Jastip yang digaungkan oleh Gubernur Ahmad Luthfi, SPMB di Jawa Tengah pada tahun lalu menduduki peringkat terbaik nasional.
"Tahun lalu SPMB Jawa Tengah terbaik nasional, masalah dan kasusnya sedikit. Tahun ini diharapkan semakin baik atau tidak ada masalah atau kasus," ujarnya.
Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
